Di keremangan antara malam dan siang, di pagi yang masih buta ini, ada gelinjang jiwa pencari makna, melaknat tiap malaikat, memaki tiap mukjizat.. hingga tertoreh derita di atas tinta yang menyebar entah kemana maknanya... Aku wanita...
Perindu yang malang kepalang,,meratap kesetiap jiwa, berlindung diantara mendung,, menggeliat pelan dan ini kutorehkan sedikit kata dari hati yang kian nestapa..
Aku..
merintih-rintih serupa cacing mengerang
mendayu Syahdu tiap buliran air yang tak kunjung kering
Denting hati bergelayut luka
Ada nestapa merongrong
Ada gejala meraba
Menuntaskan Perih hingga pangkalnya
Aku Wanita.....
Perindu nan Merana
Letih gulana sahabat raga
Aku Wanita...
Beberapa komentar dari fb:
Agus Afifuddin
Agus Afifuddin at 9:05am June 5
indah, sebuah puisi yg mengharu biru...
puisi yg meluluhlantakkan jiwa pembacanya.
kegelisahan, kepenatan dan ak harap bukan keputusasaan
dan harus bisa melawan setiap aral melintang
melepasnya adalah kepedihan namun akan bermuara pada keindahan sejati apabila menemukanNYA
Anshor Muhammad
Anshor Muhammad at 9:07am June 5
itu bait pertama bagusnya buat judul puisi. bait terakhir mestinya bisa dilanjutkan lagi. ini puisi mestinya bisa panjaaaaang. tapi, bagus kok.
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 9:14am June 5
@ Mas Agus : Inilah waktu dimana seharusnya mengosongkan duka, menghapus dan mengguyurnya denga air mata yang tak kunjung henti itu,, lantas setelah nol kembali,, baru mulai yang lebih baik lagi,,
@ Mas Anshor : Yang di jadiin judul yang mana maz? Iya seharusnya masih di lanjutkan wong titiknya tiga kok bukan satu,, tapi semakin banyak kata akan semakin hilang makna
Kacong Here
Kacong Here at 9:14am June 5
satu kata 'mangharukan'...
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 9:17am June 5
@ Kacong : Itulah kata Cong,, jika ku buat bahagia,, tentu kata akan memaknainya begitu juga,, tapi ketika kata-kata itu ku ajak untuk mengalunkan haru,, akan haru pula jadinya..
Kacong Here
Kacong Here at 9:18am June 5
hohohohoh cpulah kamui ini...
Agus Afifuddin
Agus Afifuddin at 9:19am June 5
nol, titik kesempurnaan, titik kepasrahan pada sang Kholiq
Emma Gusmaya
Emma Gusmaya at 9:30am June 5
siram luka dengan air mata..
keringkan dengan doa..
agar segera sembuh..perih di dada..
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 9:31am June 5
@ Kacong : cpu? aduuuh ini bahasa gaulkah? waaah vee benar2 masih terkungkung dalam keterbatasan bahasa rupanya sehingga cpu aja nggak ngerti,,, bisa di bantu?
@ Mas Agus : Iya.. Nol adalah titik kesempurnaan untuk memulai sesuati dari awal,, hingga begitu banyak pujangga menmbawa angka nol ini ke tiap bait larik puisinya,,, bisa di baca di note2 mereka kok. hehe..
Kalu lebaran juga sering kan bilang " kosong2 ya ",, hehe
Camelia Camel Dananjaya
Camelia Camel Dananjaya at 9:33am June 5
vee, aku cuma bisa komen 'dalam dan indah'....^^
Jeung Lala
Jeung Lala at 9:35am June 5
Aku juga seorang wanita.
Yang sedang merana karena merindu... :(
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 9:36am June 5
@ Mbak Emma: itulah sebuah ikhtiar dan ritual demi ritual yang di perlukan ya mbak untuk segera bangun dari kubangan yang menyesakkan nafas jiwa...
@ Mbak Camel : Teriomakasih komen dan jempolnya,, ajari vee mbak untuk segera berbicara dengan Tuhan kelak jika luka telah terguyur, dan titik nol telah tampak
Kacong Here
Kacong Here at 9:37am June 5
cupu itu g bisa maksudnya...
kapan2 bikinpuisi aja tentang cupu...
kekekeke
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 9:37am June 5
@ Mbak Lala : Duuuuuh yang merindu,,, raihlah apa yang kau rindu sebelum sesuatu merenggutnya hingga kau tak lagi berhak atasnya.. Oke?
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 9:39am June 5
@ Kacong : Hahaha :)) bisa saja kau ini cong...
Jadi maksudnya cupulah kamu ini,, artinya aku nggak bisaan ya,,, ahai,, kamu tau saja cong... Baiklah kapan kapan kita duet dan hasilkan sebuah puisi bertajuk cupu
Hanif Widi Nugroho Widi
Hanif Widi Nugroho Widi at 9:57am June 5
Bagus vir q mau commet bingung puisi km bgus mudah dphami
Imas Prayugo
Imas Prayugo at 10:05am June 5
kren abis...........
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 10:09am June 5
@ Mas Hanif : Ayo donk koment mas,, kritikan yang pedas kalau perlu, untuk mencambuk tiap jemari vii,, melucuti tiap angan vee,, ayo mas,, cambuk...
@ Mas Imas : Makasih mas sudi mampir kesini,,, itu titik-titiknya tak di isi kah?
Bunda Djibril
Bunda Djibril at 10:23am June 5
dan aku juga wanita perindu itu, tapi tak pernah kuucap, biar pungguk saja yang mengangguk ke bulan, dan sampaikan pesan pada ratap=ratap malam...
keren ajah nich calon mantu gue
Astri Lusda
Astri Lusda at 10:24am June 5
awal yang buram-jauh dari kehebatan daya pagi.
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 10:27am June 5
@ Bunda : Calon mantu yang akans egera mendebat ibu mertuanya dengan aksara-aksara yang tertata,, keluarga yang aneh kelak yang akan tercipta,,, hehe,, tiap hari ngomongin cangkang, tiap hari ngomongin sinarnya pagi,, tiap hari ngomongin rahim naga,, hahha,,, Tapi bun,,, sekarang,, vee sedang bersahabat dengan pungguk dan bersama-samanya menantang punggawa malam itu,, dan terus bertanya,, kapan dia datang?
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 10:32am June 5
@ Mbak Astri : Awal dimana keremangan masih disana, hingga sinar menusuk masuk ke cela jendelapun masih remang,masih buram,, daya pagi yang di nanti,, tak jua muncul manghapus letih mata yang kian berair... meleleh leleh,, merebak,, meleleh lagi... ouh pagi yang buram
Astri Lusda
Astri Lusda at 10:37am June 5
ciumlah awal disana, dengan daya yang merebak aura.
Heru Puji Winarso
Heru Puji Winarso at 10:40am June 5
Wahai maharani nan tengah gelisah... tidakkah kau cium aroma damai di bilik hatimu... mungkin kegalauanmu mengatupkan kelopak matamu... usah turuti kembara yang mendahaga... tetesan sejuk ada di telagamu... sedikit ungkap hamparan bijak.... maka di situlah sejatinya damaimu...
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 10:56am June 5
@ Mbak Astri : akan kucium awal esok hari mbak,, karena awal telah pergi untuk hari ini,,, semoga di akhirnyapun bisa ku hirup indahnya,, bisa ku reguk damainya,,, ku jamah seluruh pintalan jiwa semu yang di kirim Sang Hyang Widhi untukku...
@ Mas Heru :
Sejatinya benar yang kau kata mas,, Damai ini kini sedang terpeluk galau,, sehingga mataku ... Read Moremeski tak tertutup aku tak melihatnya, tak mampu merasainya, tak mampu mencicipinya di menit demi menit kini,,karena tertutup peluk galau,,, semoga segera kutemukan damai
Arif Gumantia
Arif Gumantia at 11:00am June 5
pemilihan kata yang indah....hmmm...khas perempuan banget...hehhee
salam dari madiun
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 11:07am June 5
@ Mas Arif : Kalua begitu ajari aku tuk bisaaaa,,, menulis yang khas lelaki dooonk,,, hehe,, salam juga dari Wong Batang
Rama Prabu
Rama Prabu at 11:18am June 5
ada gelinjang jiwa pencari makna, melaknat tiap malaikat, memaki tiap mukjizat.. sy suka yang ini......
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 11:22am June 5
@ Tuan Prabu: ayoo di pilih di pilih,, yang mana yang di suka,, hehe ...
Makasih mas dah repot mampir,,itulah makna yang di cari sebenarnya,, meski malaikat baik, meski mu'jizat indah,,, tapi ketika jiwa gundah,, keindahanpun tak lagi tampak,, bingung membuat siapaun limbung,, memaki yang tak seharusnya di maki... Dan dia masih terus mencari,,, hanya ketenangan yang ingin di dapat setelah bulir air mengering,, meski tak kunjung kering...
Met jum'atan mas
Fitrah Anugerah
Fitrah Anugerah at 11:46am June 5
Terpukau dan takjub pada hentakan2 vee di puisi ini yang seperti burung pipit bertenaga elang...Teruskan vee hingga bisa memilih mau jadi burung pipit yang manis atau elang ganas...Oke kuikuti n nikmati sajak2mu...
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 1:18pm June 5
@ Mas Fit : Aduuuh mas Fit, makasih...iya vee harus memilih,, tapi harus melihat-lihat juga ya kekuatan dan keindahannya.jika emang lebih genit mungkin akan lebih memilih menjadi burung pipit,, tapi jika ganas tentu akan lebih memilih berprofesi sebgai elang.....
Semoga segera menemukan jati diri mas,,,
Iwan Gunawan
Iwan Gunawan at 2:17pm June 5
aduh vee, ini puisi bagus dibacakan... goooood .....
Purwono Nugroho Adhi
Purwono Nugroho Adhi at 2:25pm June 5
sajak bernuansa tradisional,
dicoba dikemas dengan bahasa moderat
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 2:40pm June 5
@ Mas Iwan : Ayo mas di bacakan sama mas Iwan ajah,, hehe * manjanyaaa
@ Mas Purwono : hmmm,, benar-benar pakar sajak dirimu maz...
Kwek Li Na
Kwek Li Na at 3:03pm June 5
namun aku yakin kamu adalah wanita tegar
meski peluru rindu menembak dadamu
kamu wanita hebat...
kamu pasti menang!
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 3:13pm June 5
@ Kak Ling ; iya ,Wanita tegar yang setiap saat bisa bangkit,, tapi setiap saat pula waktu membiarkannya terpuruk,, kesempatan demi kesempatan membuat keadaan memojokkannya dan membiarkan raganya tersungkur tak berdaya di antara kabut pagi,, hingga tak ada lagi daya semagis fatamorgana,, hanya tersungkur meratapi apa yang telah lalu
Menyedihkan
Weni S Purnama
Weni S Purnama at 3:32pm June 5
Hebat vee...ayoo..terus..merindu, eh, menulis maksudnya...
hehehe
Aku wanita....wah, wanita trus gimana dong...? masa mau pasrah dipermainkan hati?
tegar, bangkit, lawan!!
*lagi sotoy deh...* hehehe mantab nih puisinya...
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 3:35pm June 5
@ MBak Weni ; Iya ya? trus kalu wanita kenapa? kenapa harus pasrah??
TRus cara lawannya gimana mbak? kan vee gag punya pistol???
Suyitno Ethexs
Suyitno Ethexs at 3:39pm June 5
kau wanita yang punya pesona sebagai senjata untuk menaklukkan sang jejaka....siiiiiip!
Herlinatiens Tiens
Herlinatiens Tiens at 3:54pm June 5
nuwun dek, sudah berbagi.... :)
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 3:55pm June 5
@ Mas Yitno : Tapi senjata yang mana? sang jejaka kini entah di lenyapkan apa,, berlalu begitu saja meninggalkan luka yang terus menganga,, baru mengering kemudian kembali menganga,,, Oh sakitnya
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 4:08pm June 5
@ Mbak Her : Makasih dah mamp[ir kesini mbak.. mana kritiknya? vee tunggu ya mbak
Kurniawan Yunianto
Kurniawan Yunianto at 4:51pm June 5
meluncur .. dengan nyaman .. seperti tanpa hambatan .. meski masih konvensional .. keep writing
salam & senyum mesra selalu .. para kekasih
Joshua Martin Limyadi
Joshua Martin Limyadi at 6:14pm June 5
Seperti yang Reza Artamevia bilang: "Aku wanita yang sedang jatuh cinta...
Jadi inget lagu itu, indah banget ya.
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 9:02am June 6
@ Mas KY : keep writing,, vee masih harus terus belajar,, masih konvensional,, tapi vee sebisa mungkin tetap mempertahankan itu dengan mengembangkan apa yang masih bisa utk di kembangkan. Kadang yang jadul2 kan juga mahal maz..hihihi
@ Josh : Ah kau ini Josh pnggila REza kah?
Dadan N Ramdan
Dadan N Ramdan at 11:51am June 6
Aih...menulis puisi juga.....salut!
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 12:01pm June 6
@ Mas Dadan : Aiiiih,, ada mas Dadan,, salut ah,, hihi... makasih mneyempatkan mampir ya maz
Dadan N Ramdan
Dadan N Ramdan at 12:20pm June 6
Tentu, Okta....
Salam
Pakar Dukun
Pakar Dukun at 12:34pm June 6
dari dulu begitulah rindu..
kesenyapan merana seperti merananya debu yang menempel di daun ketika ia hanya bisa berharap sebuah keberuntungan datangnya tangan lembut menyentuh daun itu..
iyah.., akhir itu adalah di kalimat: berharap keberuntungan..
Yayan Rozaq Triyansyah
Yayan Rozaq Triyansyah at 12:44pm June 6
Ikut nyicicipi diksi indahmu ya..
Sprti nyiur dsnja yg mlambai..
Asik2..
Slam manis&hangat slalu..
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 12:47pm June 6
@ Mas Pakar Dukun : kesenyapan yang memekik galua, mencekik leher hingga nafaspun tak berkompromi, mendesah-desah, meratap-ratap.. menunggu ,, dan tetap merindu
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 1:06pm June 6
@ Mas Yayan : Duuuh dah bersedia mampir .. makasih jempolnya,, diksimu juga tegas mas
Joshua Martin Limyadi
Joshua Martin Limyadi at 9:37pm June 6
Banget!!! Hahahahahaa...
Oktaviana Virgi
Oktaviana Virgi at 9:01am June 7
@ Josh : Hahaha,, kau ini trnyata penggila romantika juga
0 komentar:
Poskan Komentar